2011/08/02

Seminar Jurnalistik


Finally, SEMINAR JURNALISTIK was held. Congrats for RETAS. This event should was held in 1st term but in 1st term there was something that made this event can’t be held. This “seminar” invite KLJI (Kamera Lubang Jarum) or in english PIN HOLE CAMERA. Journalistic with Art and Culture division of OSIS work together for held this event. And finally, we could hold this event.
12th of March 2011
After all test (we have MID test at that week) was finished. In GSG, we held “seminar jurnalistik” to all civitas of MAN Insan Cendekia. I have the report for this event, that report is the winner for our competition at “seminar jurnalistik”, the competition is Journalist On Time. All class from 1st grade and 2nd grade were asked to make a report for that event until that event was over. And the winner is class XI NS 2. And this is their report for that event and the report tell about “seminar jurnalistik”.
Dozo .....
Kamera Lubang Jarum? Apaan sih?
Mungkin sebagian dari kita belum tahu, apa sih Kamera Lubang Jarum itu?
“jadi gampang aja kalau ditanyain tentang kamera lubang jarum. Ya kamera yang dilubangin pake jarum”, tutur Dennis, kakak presenter dari Komunitas kamera Lubang Jarum Indonesia cabang Tangerang.
Sabtu (12/03), di Gedung Serbaguna MAN Insan Cendekia Serpong, diadakan seminar dan workshop Kamera Lubang Jarum yang diadakan oleh divisi Jurnalistik dan divisi Seni-Budaya OSIS. Acara yang dimulai sejak pukul 10.00 Wib ini dibuka dengan sambutan dari sang ketua acara, Muhammad Retas Aqabah (X-2). Kemudian acara ini diisi oleh Komunitas Kamera Lubang Jarum Indonesia cabang Tangerang.
Tujuan diadakannya acara ini adalah untuk meningkatkan minat siswa/i MAN Insan Cendekia terhadap fotografi. Terbukti, sepanjang sesi tanya jawabdibuka, tidak kurang dari 10 siswa berebut untuk mengajukan pertanyaan masing-masing.
Acara dimulai dengan seminar KLJI tentang sejarah perkembangan Kamera lubang jarum sejak jaman Renaisance hingga era modern ini. Awalnya, kamera lubang jarum digunakan untuk membantu para pelukis melukis wajah rajanya dengan perspektif yang tebal. Karena, melenceng sedikit saja, hukuman pancung di depan mata bagi para pelukis tersebut.
Dari sana, kamera lubang jarum berkembang menjadi lebih praktis hingga terbentuk komunitas-komunitas di berbagai negara di dunia. Di Indonesia, komunitas ini sudah terbentuk sejak Agustus 2002 dan sampai sekarang sudah mencakup 17 daerah di seluruh Indonesia, salah satunya cabang Tangerang.
Usai seminar, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan break selama satu jam untuk shalat dzuhur dan makan siang. Pukul 13.00 WIB, acar kembali dilanjutkan denagn demo membuat kamera lubang jarum berbahan dasar kaleng. Ternyata alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat kamera lubang jarum ini sangat sederhana dan mudah saja untuk didapat di sekitar kita. Diantaranya kaleng bekas, alumunium foil atau akaleng bekas softvdrink, pilox, dan tentu saja yang terpenting: jarum. Sebenarnya, kamera ini dapat dibentuk dari berbagai macam media, seperti kardus, jaket, tas, kamera bekas, mobil, bahkan rumah. Asal tetap berpegang pada konsep dasar kamera lubang jarum yaitu kedap cahaya.
Setelah kamera jadi, acar dilanjutkan denagn sesi pengambilan fotodenagn kamera lubang jarum. Bergantian antara putra dan putri. Sementara sesi pengambilan foto dilaksanakan, di dalam gedung Serba Guna sendii diadakan p[erlombaan antarkelas. Lomba puisi denga tema “Fotogarafi dan Narsisme”, Lomba Jurnalist on Time dan Lomba Presenter.
Acara seminar dan workshop Kamera Lubang Jarum ini mendapat berbagai macam tanggapan dari siswa dan siswi MAN Insan Cendekia. “ Kurang puas sama acaranya, waktunya kurang”, tutur Retas, selaku ketua acara Seminar dan Workshop Kamera Lubang Jarum ini. Sementara dari KLJI cabang Tangerang yang diwakili oleh Kak Dennis selaku juru presentasi berpendapat bahwa antusiasme siswa dan siswi MAN Insan Cendekia bagus, terbukti dari banyaknya penanya yang bertanya pada sesi tanya-jawab. Di lain pihak tanggapan yang berbeda datang dari salah satu siswa, Doni Andika(Xi NS 1), “Acaranya kurang berkesan. Tadi aja Doni tidur”, ungkapnya. Lain lagi tanggapan dari Hasan Fahrurrozi(XI NS 1) atau akrab yang dipanggil dengan Oji ini berpendapat bahwa acara seminar inisangat bagus, menambah pengetahuannya tentang hal-hal yang baru, dalam konteks ini adalah Kamera Lubang Jarum. “Sering-sering aja diadain acara kayak gini biar kita bisa tahu hal-hal lain,” pesannya untuk pengurus OSIS MAN Insan Cendekia. (Pemenang Lomba pada Seminar Jurnalisti:XI NS 2,mry/set)

No comments:

Post a Comment