2013/01/18

Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah

Beberapa waktu sempet baca novel ini, "Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah", bukan novel baru sih .. tapi aku sendiri baru sempet baca novel karya Tere Liye ini di liburan ini. Mumpung ada waktu buat baca novel (karena pasti kalau waktu kuliah, susah ngaturnya buat baca novel). Novelnya bagus menurut aku, menceritakan kisah cinta yang sederhana tapi tetep ada hal-hal, pelajaran hidup, yang bisa diambil dari novel ini. Latar ceritanya itu di Kalimantan dan mengisahkan kehidupan di Kalimantan yang bergantung dengan Sungai Kapuas. Jadilah, makin kaya dengan imajinasi tentang Indonesia, makin paham dengan kehidupan Indonesia. Kalau mengenai  endingnya, aku sedikit kurang suka sih .. tapi dengan isi atau alur ceritanya, serta hikmahnya mengcover semuanya kok. Novel ini bisa jadi rekomendasi buat liburan kali ini, lumayan mengisi liburan dengan novel yang punya pesan-pesan kehidupan terutama dalam hal PERASAAN :)
Nih, aku masukin beberapa kutipan yang menurut aku sih paling bagus :) ... padahal mau post ini tuh udah lama banget, waktu itu mau ngepost gak jadi gara-gara "mager" (lagi-lagi payah banget deh gue)

 The best word in this novel:

"Imajinasi jauh lebih penting dibanding pengetahuan"

"Orang yang paling bersyukur di dunia ini adalah orang yang selalu makan dengan tamunya. Sebaliknya, orang yang paling tidak tahu untung adalah yang selalu saja mengeluhkan makanan di hadapannya"

"Perasaan adalah perasaan, meski secuil, walau setitik hitam di tengah lapangan putih luas, dia bisa membuat seluruh tubuh jadi sakit, kehilangan selera makan, kehilangan semangat"

"Hebat sekali benda bernama perasaan itu. Dia bisa membuat harimu berubah cerah dalam sekejap padahal dunia sedang mendung, dan di kejap berikutnya mengubah harimu jadi buram padahal dunia sedang terang benderang"

"Sembilan dari sepuluh kecemasan muasalnya hanyalah imajinasi kita. Dibuat-buat sendiri, dibesar-besarkan sendiri"

"Dunia ini terus berputar. Perasaan bertunas tumbuh mengakar, bahkan berkembang biak di tempat paling mustahil dan tidak masuk akal sekalipun. Perasaan-perasaan kadang dipaksa tumbuh di waktu dan orang yang salah"

"Masa muda adalah masa ketika kita bisa berlari secepat mungkin, merasakan perasaan sedalam mungkin tanpa perlu khawatir jadi masalah"

"Cinta itu macam musik yang indah. Bedanya, cinta sejati akan membuatmu tetap menari meskipun musiknya telah lama berhenti"

"Cinta sejati laksana sungai besar. Mengalir terus ke hilir tidak pernah berhenti, semakin lama semakin besar sungainya, karena semakin lama semakin banyak anak sungai perasaan yang bertemu"

"Cinta adalah perbuatan. Kau selalu bisa memberi tanpa sedikit pun rasa cinta. Tetapi kau tidak akan pernah bisa mencintai tanpa selalu memberi"

"Apapun usaha yang kalian jalankan kelak, cara terbaik agar langgeng justru dengan berpikir sebaliknya dari orang-orang"

"Cinta selalu  saja misterius. Jangan diburu-buru atau kau akan merusak jalan ceritanya sendiri"

"Perasaan itu tidak sesederhana satu tambah satu sama dengan dua. Bahkan ketika perasaan itu sudah jelas bagai bintang di langit, gemerlap indah tak terkira, tetap saja dia bukan rumus matematika. Perasaan adalah perasaan"

"Cinta hanyalah segumpal perasaan dalam hati. Sama halnya dengan gumpal perasaan senang, gembira, sedih. Bedanya, kita selama ini terbiasa mengistimewakan gumpal perasaan yang disebut cinta, diberi porsi penting, dibesarkan, terus menggumpal membesar. Coba saja dicueki, dilupakan, maka gumpal cinta itu juga dengan cepat layu" 

Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah - Tere Liye

No comments:

Post a Comment