2013/08/22

Commuter Line's Ticketing System [My Experience Today]

Hari ini kebetulan saya menggunakan jasa commuter line dengan tujuan Stasiun Jatinegara karena ada keperluan: survei harga dalam rangka bidang danus AFAIR Dan ternyata sistem tiket sekarang (khususnya hari ini) berbeda. Ya, saya cukup kaget ketika mengetahui bahwa sistem tiket commuter line jabodetabek berbeda  dengan terkahir kali saya gunakan (sekitar sebelum idul fitri). Yang saya ketahui (dan baru banget saya pahami), sistem tiket terakhir, ketika saya naik sebelum idul fitri, yaitu dengan membeli tiket di loket dengan menyebutkan stasiun tujuan (yang pasti, karena kalau sampai salah menyebutkan kartu anda tidak akan terdeteksi di pintu keluar), kemudian scanning kartu pada pintu masuk, dan kemudian ketika sampai di stasiun tujuan kartu tersebut akan dimasukan ke mesinnya, ya .. dan menghillang. memang yang saya gunakan adalah fasilitas SINGLE TRIP ... beda halnya ketika mennggunakan yang MULTI TRIP.

Agak bingung ketika menggunakan sistem yang saya ceritakan tadi. Tapi pada akhirnya, saya mulai memahami. Sampai pada hari ini, sistem tiket berubah.

Sesampainya di stasiun UI, saya bersama teman saya membeli tiket seperti biasa dengan tujuan jatinegara. Cukup kaget ketika petugas mengatakan total uang yang harus kami bayarkan Rp 16.000,00. Terakhir kali saya naik commuter line, tarifnya sangat murah, waktu itu dari st. UI sampai st.... (saya lupa) hanya Rp 3.000,00. Tanpa pikir panjang, kami membelinya, hanya belum terpikirkan mengapa harganya menjadi kembali normal seperti pada tarif sebelum diturunkan. Kalau saya pribadi berpikir karena st. Jatinegara cukuup jauh. Saya tidak memperhitungkan berapa  stasiun yang harus dilewati. Yasudah ...
Tapi ketika di loket saya juga sempat mendengar, petugas menjelaskan kepada seorang ibu:
"Jadi, ada jaminan sebesar 5000. Kalau sudah selesai menggunakan kartu, uang jaminan itu bisa ibu ambil .."
Saya masih belum paham. Saya pikir itu fasilitas lain, sama halnya dengan MULTI TRIP.

St. UI ------- St. Manggarai (transit) ------- St. Jatinegara

Turun dari commuter line, akhirnya kami (saya dan teman saya) akhirnya tau, kalau si tiket itu tidak dibuang (masuk ke mesin), tapi kembali di scan dan dipegang. Agak crowded di pintu keluar itu. Banyak orang yang tanya, termsuk saya: "TERUS KARTUNYA GIMANA?" (pertanyaan yang sering muncul). Antrian panjang di loket! Asumsi saya banyak yang bertanya ke petugas loket mengenai sistem baru ini sehingga pada akhirnya memperlambat pelayanan. Saya juga akhirnya dijelaskan oleh seoranng bapak-bapak yang juga penumpang commuter line ...
Sebenernya masih cukup dibuat bingung dengan kartu itu harus diapakan. Akhirnya saya simpan dan melanjutkan aktivitas ...

Hal yang sama terjadi ketika pulangnya. bingung ...
  • Kartunya kita tuker dulu sama uang 5000? terus kita beli lagi?
  • Gak usah dituker dulu! beli aja lagi nanti di UI baru dituker 10000 jadinya?
  • Enggak tau, kayaknya kita udah punya kartu ini untuk seminggu (ada bacaannya berlaku selama seminggu), jadi kita kayak tinggal isi ulang buat bilang ke UI gitu?

Ya .. percaya atau gak? Itu perdebatan yang terjadi ketika saya dan teman saya di depan loket. Itu pun antrinya panjang loh!. Pengen tanya ke petugas berseragam yang biasa jaga di pintu masuk. Tapi takut, mungkin mereka juga ikutan pusing gara-gara banyak yang nanya dengan pertanyaan yang sama. Bapak petugasnya harus super sabar banget loh jawabin pertanyaan penumpang yang sama. Daripada kena omelan bapak satpam yang lagi bete gara-gara dibikin pusing sama para penanya, akhirnya kita memutuskan: "udah deh, langsung beli aja! Kita tanya di orang loketnya". Sesampainya kita di depan loket:
Kita : "Ke UI ya pak!" (Nyiapin uang 8000=5000 buat jaminan, 3000nya ongkos)
Petugas : "Udah ada kartunya?"
Kita : "Oh, udah ada ini pak!" (sambil nunjukin kartu)
Petugas : "Langsung aja pake kartunya, taro di sini! tiga ribu!" (sambil nunjuk mesin dan kita masukin kartunya + bayar 3000)
Petugas : "Udah? Udah diambil kan kartunya"
Dan kita pun ambil kartunya kembali, dan kemudian masuk pintu scanning seperti biasa, serta naik  commuter line sesuai track kita berangkat tadi (pake transit di manggarai).

Sesampainya di UI, kita masih bingung sih, yang jadi bingung itu: Kita mau nukerin kartunya dengan uang 5000 dimana?, sedangkan loket pembelian tiket itu cukup panjang dengan para pembeli tiket. Ya pada akhirnya, saya belum nukerin tiketnya karena kita masih yakin kalo 7 hari kedepan kartunya masih kepake, artinya kita mau melakukan perjalanan lagi.

Kalau yang saya tangkap dengan sistem baru ini dan sesuai dengan apa yang saya lihat di berita, yang saya dengar pada pembicaraan ibu-ibu di stasiun, dan yang saya alami hari ini:
  1. Kenapa akhirnya sistemnya kayak gini (ternyata baru hari ini diberlakukan)? Karena dengan sistem kemaren, banyak kartu yang kebuang dan akhirnya perusahaan harus mengeluarkan uang lebi untuk mengganti kartu-kartu yang kebuang ketika kita memasukan kartu pada pintu keluar (inget kan?)
  2. Kenapa harus ada uang jaminan yang sebesar 5000? Jadi pengelola berharap (malah wajib), penumpang harus mengembalikan kartu tersebut setelah melakukan perjalanan sehingga kartu masih bisa digunakan selannjutnya, tetapi jika penumpang tidak mengembalikan berarti kartu itu dianggap dibeli oleh penumpang. Nah, uang jaminan itu yang akhirnya membayar kartu yang penumpang ambil itu. Jadi, pengelola gak beli kartu banyak kan setiap harinya, karena kartunya masih bisa digunakan.
  3. Tapi selama 7 hari uang jaminan itu gak hangus: intinya penumpang dipinjamkan atau disewakan kartu sama pengelola. Nah! jika penumpang ingin melakukan perjalanan, kartunya harus diisi ulang dulu sesuai stasiun yang dituju (single trip), begitu selanjutnya jika ingin menuju stasiun lain. Ya .. bayangin kayak main di timezo**, ketika mau main kan harus isi ulang kartunya dulu kan?
Ya, semoga sistem transportasi commuter line ini makin baik deh, jadi bisa mengurangi penggunaan kendara pribadi dan pada akhirnya juga mengurangi kemacetaan di jabodetabek, khususnya. Wajarlah, kalau di hari pertama masih crowded gitu, penumpang kan belum tahu (termasuk saya). Semoga informasi saya berguna! Tolong koreksi kalau ada kesalahan, karena tulisan ini  kan opini saya berdasarkan yang saya alami hari ini :)


2 comments:

  1. wah.. untung baca postingan ini, sistem ticketingnya berubah banget ya .. sampe bingung ... padahal baru setahun nggak naik commuter line hahahahhaha ..., ntar kao balik depok, jadi orang udik nih ... ckckckck ..

    ReplyDelete
  2. iya syi emang bener kok kaya gitu. mungkin salah pengguna comuuter juga kali ya yang engga mengembalikan tiketnya sesuai peraturan, jadi diterapin peraturan yang lebih ribet deh. kalo gue karena tiap hari naik commuter jadinya pake kartu MULTITRIP, enak tau tinggal masuk ga pake antri,kartu punya sendiri, hahaha :p

    ReplyDelete