2013/12/27

The OODA Busan Opera House Embodies

Kemarin waktu project 2 saya dan beberapa teman saya pada akhirnya agak kesulitan untuk menentukaan desain yang seperti apa. Beberapa teman saya memiliki form akhir yang jika dilihat dari sisi keterbangunan, agak sulit untuk dibangun. Entahlah desain tersebut sebenernya impossible untuk dibangun atau sebenernya bisa. Kalau menurut saya sendiri, seharusnya bisa dibangun. Seharusnya ada perhitungan-perhitungan sipil yang bisa membuat desain yang "agak berani" dari seorang arsitek.
Kemarin itu, banyak yang bermasalah ketika membuat model akhir yang agak curve sehingga diantara curve-curve tersebut banyak celah-celah. Jika dibayangkan celah-celah tersebut tentunya akan sangat mengganggu jika tidak ditutup terutama ketika hujan. Hah .. sampai pada akhirnya saya mempertanyakan kenapa harus ada hujan di dunia ini, LOL.
Dan beberapa waktu tadi, saya menemukan preseden yang membuat saya berpikir bahwa seharusnya beberapa desain yang agak berani tersebut bisa diwujudkan dong :) :)

This is it! The OODA Busan Opera House Embodies, Korea Selatan.
bangunan ini dibuat menyatu dengan tapaknya, dekat dengan air sehingga konsepnya terlihat seperti shell yang dihadirkan dengan struktur skeleton terbuka. Terlihat ada bukaan-bukaan diantara struktur-strukturnya tersebut.
Kalau dilihat diagram konsepnya, antara tujuan bangunan itu sendiri dengan tema yang didapatkan dari kondisi sitenya, semua dimasukkan sehingga terlihat di final designnya. Saya membaca artikelnya di archdaily, disebutkan bahwa si arsitek ingin membuatnya menyatu dengan alam, apa yang ada didalamnya mengalir, anatara interor dan eksterior ada hubungannya.

interior
eksterior
Struktur: Baja

Material pembangunnya, saya baca dari artikel tersebut terbuat dari baja. Yang saya agak bingung dan menurut saya menarik yakni celah-celah yang bisa kita lihat dari eksteriornya, apakah memang berupa celah yang bisa menjadi suatu bukaan seperti gambar diatas atau ditutup dan kemudian diberi pencahayaan. Jika celah tersebut menjadi sebuah bukaan, agak interest gimana bukaan tersebut didesain supaya tidak mengganggu user yang didalam terutama hujan dan panas.

zoning teater room
Arsiteknya membagi zoning-zoning tertentu, diantaranya zoning untuk konser-konser yang diadakan di bangunan ini, jadi berbeda tempat ketika jenis konser yang diadakan juga berbeda.

Yang menjadi poin penting bahwa desain dengan bentuk bagaimana pun, yang kita lihat bahwa ketika di realisasikan sulit ternyata bisa di wujudkan. Salah satu contohnya yakni Busan Opera House ini. Mulai melihat dari diagram conceptnya yang kalau dilihat dari satu arah memang agak sulit untuk dibangun, tetapi in real ternyata Busan Opera House ini bisa direalisasikan dengan konsep struktur yang pada akhirnya tidak mengganggi konsep bangunan: sirkulasi, zoning, tema, dan sebagainya.

source :

No comments:

Post a Comment