2014/12/17

[another perspective] Stand by Me : Doraemon

Halo, kembali menyempatkan menulis setelah beberapa hari bahkan beberapa minggu waktu dihabiskan dengan menyiapkan segala kebutuhan di studio perancangan Arsitektur Interior 3 dan kemarin pun diselesaikan dengan external reviewing oleh parktisi.
Selesainya, pergilah saya dan teman-teman saya ke sebuah bioskop di Jakarta untuk menonton film yang sudah sejak Agustus ditunggu kehadirannya di Indonesia. Kami memang sudah merencanakan ini sejak hari Minggu sebelum berangkat karena kabarnya film ini setiap harinya full booked, maka akhirnya buru-burulah kami memesan secara online supaya mendapatkan tiketnya. Itupun row seat yang kami dapet adalah 3 baris terdepan dari studio menonton tersebut, yaitu di R. Tak apalah, untuk film ini.

Doraemon,
Film animasi yang sudah hadir sebelum saya lahir, menemani minggu pagi saya, tepatnya Minggu pagi pukul 08.00. Seingat itukah saya detail waktunya? Yap .. karena Doraemon terlalu istimewa. Bagi anak kecil yang imajinasinya masih tidak terbatas dengan logika, Doraemon sangat istimewa, bagaimana tidak dia adalah sebuah robot yang bisa menemani seorang anak, bisa menolong apapun yang dibutuhkan, siapa yang tidak ingin memilikinya. Jadilah Doraemon menjadi film kartun yang ditunggu disetiap Minggu pagi. Marah sama mama ketika Minggu pagi telat bangun dan akhirnya gak menonton Doraemon.
Film terkahirnya akhirnya launching juga di Indonesia. Tak mau melewatkan, kami mengusahakan untuk bisa nonton setelah eksternal kemarin yang mungkin menyita waktu tidur. Yap .. kantuk pun masih dibawa ketika menonton film ini. Apa yang terjadi ketika masuk ke area bioskop? RAMAI. Saya tebak mereka semua ingin banyak yang ingin menonton Stand by Me Doraemon juga. Karena kami sudah membeli tiket via online, jadilah kami tinggal mengambil tiket itu di loket yang tersedia.
Kalian tahu, film itu jam 7 tayangnya tapi sebelum itu para penonton sudah menunggu di pintu masuk, agak 'ngaret' sih! mungkin gara-gara pintu masuk studio nonton=pintu keluarnya, heran juga kenapa seperti itu.

Singkat cerita .....

Filmnya dimulai ....
Saya akan membocorkan sedikit-sedikit nih ya? maaf loh kalau yang baca belum nonton terus jadinya gak seru gara-gara dibocorkan sedikit jalan ceritamya.
Kata pertama yang keluar: BAGUS BANGEET mengolah animasinya, beda dari film animasi yang lainya, kenapa? tentunya pernah liat style menggambar manga atau pernah liat gambar komik Doraemon? animasi yang dibuat benar-benar merealisasikan gambar yang ada dikomik, sehingga setiap gambar yang terjadi membuat gelak tawa semua orang. haha ...
 Ceritanya itu dimulai dari pertemuan Nobita dengan Doraemon, gimana diceritakan Doraemon yang diutus dari abad 22 untuk menemani Nobita kecil karena pada masa depan keturunan Nobita mengalami kesulitan sehingga Doraemon harus membantu Nobita untuk menjadi orang yang lebih baik.
Pertanyaan selanjutnya, nangis gak pas nonton?
saya? nangis banget, hehe .. ada dua part film yang saya nangis ketika menyaksikannya, diceritain ya?
pertama...
 Ada part dimana Nobita dan Doraemon ke masa depan sekitar 14 tahun dari umur Nobita yang sekarang, Nobita ingin tahu bagaimana masa depannya dengan Shizuka yang akan segera menikah. Lalu, ada part Nobita dengan Doraemon ingin melihat ke rumah Shizuka gimana persiapan Shizuka untuk pernikahannya esok hari. Shizuka bertemu dengan Ayahnya ketika ayahnya sedang beristirahat, Shizuka pamit untuk tidur, tetapi Doraemon melihat ada sesuatu yang harus disampaikan ketika itu, dikeluarkanlah alat supaya Shizuka bisa menyampaikan sesuatu tersebut. Apa yang terjadi?
"Ayah, aku ingin membatalkan pernikahan", kata Shizuka, kagetlah, why? Kalau begini ceritanya masa depan Nobita yang menikah dengan Shizuka bisa gagal, tetapi ternyata Shizuka bilang bahwa dia tidak ingin meninggalkan Ayah dan Ibunya, karena dia merasa belum memberikan kebahagiaan untuk orangtuanya. huuuu .. gimana gak nangis, langsung keinget papa di rumah!
 Lalu, ayahnya bilang, (kira-kira karena gak ingat detil) "kamu sudah memberikan banyak kebahagiaan buat kami, dimulai ketika kami bisa mendengar tangisan kamu ketika kamu lahir di muka bumi ini ..", hiks .. makin nangis gak kalau gini? langsung membayangkan ketika saya berada di posisi Shizuka saat itu.
Ayah Shizuka malah bilang bahwa pilihan Shizuka untuk menikah dengan Nobita adalah pilihan yang tepat :") *terharu*

kedua...
tidak lain dan tidak bukan adalah ketika Doraemon harus pergi meninggalkan Nobita, karena setelah pulang dari masa depan melihat Nobita menikah dengan Shizuka, Nobita membisikkan bahwa "Aku sangat bahagia hingga ingin memperlihatkannya ke dunia" sehingga program misi Doraemon untuk membuat Nobita bahagia pun berakhir dan Doraemon harus kembali ke masa depan. Yap, mulai nangis ketika Doraemonnya nangis meninggalkan Nobita, saya nangis ketika Nobita terlihat sangat terpukul dan Doraemon mengatakan "Kamu akan baik-baik saja kan tanpa aku?" "Kamu bisa melawan Suneo dan Giant sendiri kan?"
 Makin memuncak ketika melihat Nobita sangat berusaha keras melawan Giant tanpa bantuan Doraemon yang pada hari itu menjadi hari terakhirnya bersama Nobita.

Entahlah, film ini bagus menurutku dengan pengolahan animasinya, terlebih lagi banyak pesan moral yang bisa diambil salah satunya diri sendiri ini bisa melakukan hal sesulit apapun yang kamu pikirkan dengan diri sendiri dengan sedikit bantuan orang lain, jadi coba lakukan dan percaya itu. Selain itu, setiap manusia bisa mengubah takdir masa depan yang telah ditentukan dengan usaha, karena percayalah usaha sekecil apapun dimasa kini bisa mengubah masa depanmu sedikit atau bahkan lebih.
 Doraemon, robot kucing yang saya kenal ketika masa kecil, menemani masa kecil saya akan selalu menjadi kartun yang saya favoritkan, kartun yang ketika diingatkan mengingatkan kembali masa-masa kecil saya yang lain.
Stand by me Doraemon, Stand by us, kami yang masa kecilnya bersamamu, Doraemon :)

No comments:

Post a Comment