2014/12/28

Dunia Anna: Tentang Jonas

"Hati-hati berjalan di perbukitan , ya! Dan jangan mencari si anak perempuan itu tadi. Kamu tidak boleh pergi dariku, Anna. Kamu tidak boleh menyerah dan terserap ke sisi dunia lain. Berjanjilah padaku. Kamu tidak boleh jadi begitu .. jauh."
- Jonas, salah satu tokoh dalam novel Dunia Anna karya Jostein Gaarder.

Saya baru saja selesai membaca novel tersebut. Saya selesaikan dalam sehari karena saya tidak bisa menghentikan rasa penasaran saya ketika memulai membaca sebuah kisah fantasi dari sebuah novel. Rasanya asyik membayangkan suasana dan kondisi dari setting yang diciptakan penulis dalam setiap kata yang membentuk kalimat dan kemudian paragraf.
Akhirnya punya kesempatan membaca novel yang dalam covernya tertulis "Sebuah Novel Filsafat Semesta", walaupun saya belum yakin, saya paham mengenai sisi filsafat yang harusnya ada dalam novel ini. Yang mana yang 'filsafat'? .. Entahlah. Walaupun saya juga melewatkan novel yang ditulis Jostein sebelum Dunia Anna, yaitu Dunia Sophie, yang juga merupakan novel filsafat. Saya janji akan membacanya di lain waktu. Semoga saja sempat!

Ini dari sudut pandang imajinasi saya ketika membaca novel ini.
Novel ini mengisahkan kehidupan seorang remaja berumur 16 tahun yang mempunyai imajinasi yang luar biasa aktif sehingga dia bisa mengitegrasikan apa yang sedang dialaminya dalam dunia yang ia pijak saat ini dengan dunia masa depan. Entah bagaimana hal tersebut bisa terjadi dalam dunia nyata, otak saya masih belum bisa mencerna itu jika hal tersebut benar-benar ada. Mengisahkan seorang remaja, Anna namanya, yang sangat mengkhawatirkan kondisi dunia saat ini dengan fenomena pemanasan global, dan seterusnya. Hal tersebut semakin menakutkan dikala Anna bermimpi bertemu dengan cicitnya bernama Nova yang hidup 80 tahun dari Anna hidup, dimana dunia Nova saat itu tidak seindah yang Anna alami. Tidak lain dan tidak bukan karena terus berlanjutnya isu pemanasan global hingga 80 tahun ke depan. Spesies flora dan fauna di dunia mulai hilang, berganti dengan video-video yang hanya bisa dinikmati lewat gadget canggih, namun keberadaannya di dunia adalah nihil.
Anna pun disibukkan dengan segala pencariannya sehingga apa yang dimimpikan tidak terjadi dengan terus mempertanyakannya. Lalu, yang menjadi menarik perhatian saya adalah sosok Jonas yang menjadi salah satu tokoh pendamping Anna dalam pencarian pertanyaan luar biasa Anna. Kenapa?
Entahlah .. rasanya menarik ketika membaca momen ketika Anna berinteraksi dengan Jonas. Anna punya sejuta imajinasi yang mungkin ketika ia ceritakan hal tersebut ke orang lain, orang lain akan menyangkanya gila. Namun, hal tersebut tidak dilakukan Jonas. Jonas yang merupakan kakak kelas Anna, dahulunya merupakan teman dekat Anna, sampai suatu saat mereka berpura-pura pacaran dan pada akhirnya menyerah, menyadari kalau mereka saling mencintai hingga menjadi sepasang kekasih.
Jonas .. dibayangan saya, seorang yang pengertian dan bersedia menjadi pendengar yang baik di setiap saat Anna ingin menceritakan segala bunga tidurnya yang selalu tidak masuk akal. Mungkin itu yang menjadikan tokoh Jonas ini menjadi menarik perhatian saya untuk diceritakan lagi dalam tulisan kali ini. Caranya untuk menanggapi cerita Anna membuatnya senang karena masih ada yang percaya dengan apa yang dialaminya selain dirinya sendiri, walaupun ketika membacanya saya masih menangkap ada keraguan dalam Jonas mengenai cerita Anna. Jonas juga selalu bersedia membantu menjawab segala pertanyaan Anna dengan serius mungkin padahal ia tahu bahwa pertanyaan itu terlihat mengada-ada, serta menemani Anna untuk melakukan segala bentuk aksi yang Anna percayai akan memberikan dampak baik untuk masa depannya, seperti yang telah diimpikannya. Dan masih banyak lagi potongan cerita mengenai Jonas yang begitu mengagumkan dan jangan salahkan saya ketika saya membacanya dan kemudian mengingatnya lagi, saya jadi senyum-senyum sendiri.

Ah sudahlah .. saya sepertinya mulai mengidolakan tokoh Jonas :)

No comments:

Post a Comment