ANALOGI RUANG

Kenapa seorang desainer butuh waktu berjam-jam untuk mendesain sebuah ruang, bahkan berhari-hari, atau malah bisa berbulan-bulan dan berminggu-minggu?

Analoginya sederhana ..
seperti saat kamu mengambil porsi makanan untuk dirimu sendiri ketika berada di rumah, baik itu makan pagi, siang, atau malam. Jika kamu telaah satu step by step yang kamu lakukan ketika mengambil porsi makananmu, maka kamu akan paham bagaimana seorang desainer bekerja.

Awalnya, kamu akan mengambil sebuah piring. Dalam dirimu tentunya kamu akan menentukan piring seperti apa yang akan kamu ambil. Mungkin akan terdapat banyak jenis piring yang terdapat di lemari piring di rumahmu dan secara sadar ataupun tidak, otakmu akan menentukkan piring mana yang akan kamu pakai untuk makanmu saat itu. Pertimbangannya apa?
"apa yang akan kamu makan saat itu? apakah berkuah atau tidak?"
"ukurannya seberapa? bisa saja dengan lauk makan yang tidak muat di sebuah piring kecil bukan?"
"sedang makan dalam waktu apa? bisa saja saat kamu sedang sedih, bahagia, atau jatuh cinta. Piring yang kamu ambil pasti bisa berbeda sesuai dengan perasaanmu pada saat itu. Bahkan jika kamu sedang diet saat itu, ukuran piring yang kamu ambil bisa saja berpengaruh dengan seberapa banyak makanan yang kamu ambil. Silahkan kamu coba, piring kecil dengan makanan yang memenuhi semua piring dengan piring besar dengan makanan seukuran yang berada di piring kecil tadi, rasanya ketika kamu makan akan berbeda sensasinya bukan?"
dan sekian banyak pertimbangan dalam otakmu yang ketika ditanyakan kepadamu langsung, belum tentu kamu menyadari hal itu. Mengaku sajalah ....
Sama halnya ketika seorang desainer akan mendesain sebuah ruang, tentunya banyak pertimbangannya dari memikirkan ruang yang seperti apa, mulai dari ukurannya berapa besar, dari ukuran tersebut sebenarnya akan digunakan oleh orang yang seperti apa, orang dengan perasaan seperti apa dan tentunya dengan aktivitas yang seperti apa. Desainer butuh waktu mengidentifikasi mengenai poin-poin tersebut mengapa? karena ruang ada dan di desain untuk mengakomodasi aktivitas manusia maka keterhubungannya sangat penting.

Kedua, kamu akan memulai mengambil makanan yang akan kamu makan; nasi, lauk-pauk, sayur, dll. Jika kamu perhatikan, ketika menaka makanan yang akan kamu ambil, kamu juga memiliki beberapa pertimbangan yang lagi-lagi sebenarnya tidak kamu sadari. Apakah itu?
"Dari awal, apa yang pertama kali diambil? apakah nasi? lauk-pauk atau sayur?"
"diletakkan dimana makanan tersebut, apakah kalian akan menyusunnya dengan baik, misalnya nasi disebelah A, lauk disebelah nasi, dan seterusnya sehingga tidak tercampur? atau kalian suka makanan tersebut tercampur, sehingga kalian tidak memikirkan komposisinya sama sekali, kalian mengampil nasi kemudian lauk-pauk ditumpuk di atas nasi dan seterusnya?"
"atau mungkin kamu seperti tipe saya yang selalu mencocokan makanan yang saya makan sesuai dengan kebiasaan makanan itu berdampingan dengan apa, haha"
Maka sebenarnya kamu sendiri pun punya banyak pertimbangan ketika mengkomposisikan suatu hal seperti makanan yang akan kamu makan.

Ketiga, kamu perlu waktu untuk menikmati apa yang telah kamu 'desain' sebelumnya dengan piring makanan kamu. Pada saat ini, kamu tidak akan mau ada orang lain yang mengganggu waktu kamu saat makan. Ketika kamu telaah satu-persatu dan mulai menyadarinya maka piring yang akan kamu nikmati tersebut menjadi satu kepuasan karena dirimu sendiri berhasil 'mendesain' sesuatu yang kamu butuhkan.

Mungkin setelah kamu membaca ini, kamu akan menganggap apa yang dilakukan seorang desainer cukup tergolong mudah, yakni dengan mengetahui keinginan dan kebutuhan seseorang lalu seorang desainer mengkomposisikannya. Ya, itu yang terjadi, mungkin akan sangat mudah melakukannya jika itu ditujukan untuk diri sendiri karena kamu akan lebih tahu mengenai dirimu sendiri. Akan lain ceritanya jika seseorang itu bukan dirimu atau mungkin bukan orang yang kamu kenal beberapa lama, tetapi orang yang tiba-tiba meminta kamu untuk mendesainkan sesuatu.
Prosesnya adalah sama seperti apa yang telah kita bahas bersama di atas mengenai sepiring makanan, tetapi yang menjadi masalah bagaimana kita mengetahui orang yang baru kita kenal tersebut sedang dalam kondisi apa ketika makan, makan dengan piring atau mangkuk, dan sebagainya. Maka apakah kita bisa menyepakati bahwa tak mudah menjadi seorang desainer? Ya, kalian berhak mengajukan pendapat kalian masing-masing, tanpa meremehkan pekerjaan orang lain tentunya karena setiap pekerjaan punya caranya masing-masing.

diakhir tulisan saya malam ini,
"ruang bukan sesuatu yang kita pahami sebagai dinding, lantai, dan plafond, yakni terdapat batas-batas nyata yang bisa kalian sentuh, tetapi ruang adalah tempat dimana kalian berada, bergerak, dan merasakan sesuatu ...... "

kamilah aisyi/int arch student

Comments

Popular Posts