2015/05/09

Girls, It's a Shopping Time !

Hari ini (09/05), saya dan enam teman saya berangkat bersama dari stasiun Tanjung Barat menuju ke daerah Panglima Polim, Jakarta. Untuk apa? Dimana itu?

Ya, sudah semakin realistis pekerjaan ini. Saya akhirnya harus pergi ke daerah Panglima Polim, yakni di daerah setelah Fatmawati, Jakarta (perempatan dekat Citos belok ke kanan), untuk mencari beberapa sampel material yang akan digunakan di desain dalam studio perancangan Arsitektur Interior. Pada kali ini, projectnya adalah membuat sebuah hotel, ya jadilah hari ini mencari material di sejumlah toko material yang bertebaran di sepanjang Panglia Polim, Jakarta. Dan tahukah? Panglima Polim jadi surga buat cari material apapun itu, ya mungkin surga buat orang-orang seperti kami. Pengalaman lagi hari ini, masuk ke satu toko untuk menanyakan material A, B, dan seterusnya, kemudian ke sebelahnya lagi, dan seterusnya. Jadilah akhirnya malam ini dihabiskan dengan kelelahan yang ditumpuk selama seharian ini.

Dalam rangka apa mencari material?
Ya, project kali ini, saya mendapatkan tugas untuk membuat material board, apa itu? mungkin bisa dicari di mbah google, tetapi pada intinya material board adalah board/papan yang didalamnya ada daftar material dari sebuah desain, dimana material-material tersebut adalah asli dari material tersebut bukan foto dari internet misalnya. Itulah yang menyebabkan saya dan enam teman saya berada di Panglima Polim.

"Mau cari apa mbak?" - akan menjadi kata pertama yang saya dengar ketika saya dan teman saya (kami berpencar dan saya hanya berdua dengan teman saya) masuk ke dalam sebuah toko material.

"hmmh .. saya mau liat sample keramik ada gak mas/mbak?"

Ya, first impression harus benar-benar meyakinkan bahwa kami berdua adalah seorang desainer karena jika kelihatan seperti mahasiswa biasa yang dah aku mah apa atuh kemungkinan besar kami akan diusir, hehe. Kemudian kami diajak kedalam untuk melihat jenis-jenis keramik yang ingin kita lihat dan 'ceritanya' diterapkan di dalam desain kita.
Langkah kedua adalah Bagaimana cara mendapatkan samplenya tanpa harus membelinya? Ya, sedikit basa-basi amat sangat diperlukan dalam hal ini, pendekatan dululah dengan mas-masnya.

"mas, ini aku masih gak tau mau warna dan jenis kayak gimana? boleh minta samplenya dulu gak?" - dengan harap-harap cemas kalau ternyata gak dibolehin untuk mengambil sample material tersebut.

"iya bawa aja mbak"

Dan, selesailah akting saya ketika kata-kata itu terucap
begitu selanjutnya ketika saya dan teman saya memasuki toko yang lainnya
Menarik ketika perjalanan untuk sebuah desain bahkan hanya sebuah kamar harus dilalui seorang desainer dengan berpanas-panasan mencari bongkahan-bongkahan material yang terbaik agar desainnya menjadi yang terbaik pula. Sedetail itu seorang desainer memikirkan kehidupan orang lain dan sedetail itu pula material dari sebuah desain dipilih. Alasannya sederhana:
"Karena ruang dinikmati dengan sangat dekat oleh manusia ketika ruang tersebut telah ada ... "
- dikutip dari kuliah Pak Jaya kemarin

No comments:

Post a Comment