2015/05/08

Insan Cendekia dan Semangat Eyang Habibie

Udah sangat lama terpikirkan menuliskan sebuah catatan kecil di blog ini dengan judul demikian. Entah dapat wangsit dari mana, tiba-tiba muncul judul tulisan yang sangat mengagumkan dan sayang rasanya tidak dituangkan dalam blog yang sudah hampir lama tidak saya bagikan tulisan-tulisan, melainkan hanya gambar.

Tepat seminggu yang lalu, semangat itu kembali lagi ...
Ya, seminggu yang lalu saya punya kesempatan menyaksikan perbincangan hebat dengan eyang Habibie. Perbincangan yang mengingatkan kembali tentang 3 tahun lalu berada di tempat yang tanpa atau dengan disadari sangat luar biasa.
Ya, lagi-lagi sedikit tulisan hebat terhalangi waktu yang tiba-tiba terpotong dengan sederetan pekerjaan, mulai dari kuliah dan di luar kuliah.

Terlintas pertanyaan,

"Selalu semangat ketika menyaksikan perbincangan bersama Pak Habibie, entah itu di TV atau streaming di youtube. Selalu excited ketika melihat beliau ada di TV atau membaca dan menonton biografi tentang dirinya ...."

Menurut saya beliau sungguh orang yang luar biasa yang telah menjadi role model saya selama ini, mungkin lebih tepatnya selama 5 tahun ini. Ya berawal dari Insan Cendekia, sekolah yang tak pernah sama sekali saya bayangkan berada disana.

"Apa justru karena pernah menjadi bagian Insan Cendekia ?"

"Apa jangan-jangan Eyang Habibie, ya begitu beliau meminta kami yang masih muda ini memanggilnya, telah menanamkan mimpinya di IC?"

sehingga rasanya mimpi itu terbakar ketika saya menyaksikannya berbicara dengan penuh semangat dan harapan untuk bangsa ini. Melihatnya berbicara dengan penuh kebanggaan untuk negara dan bangsa ini tanpa sedikitpun meremehkan, itulah eyang Habibie. Saya amat sangat setuju, bahwa yang dibutuhkan bangsa ini hanyalah kepercayaan bahwa bangsa ini bisa serta dukungan dalam bentuk apapun agar bangsa ini tetap kuat dan terus berkembang.
Perbincangan pada acara Mata Najwa on Stage: Habibie dan Suara Anak Negeri, kembali mengingatkan tentang mimpi yang akan terus tertinggal di IC dan sejarah yang telah menuliskan tentang mimpi eyang Habibie agar generasi bangsa harus terus berpegang teguh pada IMTAQ dan IPTEK. Kata-kata itu akhirnya saya dengar sendiri dan saya tergetar ....

Kata-kata yang terucap dari mulutnya bukan lagi hanya saya ingat tetapi langsung masuk ke dalam otak saya dan kemudian membakar mimpi saya, ada satu kalimat perbincangan yang saya catat dalam smartphone saya dan ketika mendengarnya hanya terharu, yakni ketika sang host menanyakan, "apakah eyang akan pensiun?"

"Saya tidak akan pensiun, saya pensiun pada saat hembusan nafas terakhir dan dengan satu yang saya tinggalkan yakni anak dan cucu saya sejahtera ..." - Eyang Habibie


sepertinya eyang telah benar-benar meninggalkan mimpi eyang di salah satu tempat bernama Insan Cendekia, dan akhirnya mempengaruhi saya,
Terimakasih telah benar-benar menjadi inspirasi dan idola saya
Doakan anak-cucu eyang yang eyang bilang 'intelektual' untuk melanjutkan negeri ini untuk menjadi lebih baik ....

2 comments:

  1. Syi, mau ngutip buat di blog yaa hehe

    ReplyDelete
  2. Halo alumni IC juga ya? kebetulan saya alumni IC gorontalo dan kuliah di arsitektur juga, bias visit ke blog saya zulfikrizahir.wordpress.com salam kenal.

    ReplyDelete