2017/02/25

SOCIAL MEDIA: MEDIA BER-SOSIAL ATAU MEDIA BREAK-SOCIAL

Honestly, judulnya agak memaksakan tapi postingan kali ini saya tulis guna mencermati kondisi yang terjadi pada saat ini. Ya, dibanding saya harus ikutan memenuhi feed instagram, facebook, bbm status, atau semacamnya, which is banyak sekali kan media sosial itu jaman sekarang. Karena yang saya liat orang-orang, khususnya di Indonesia (entah gak tau kalau di luar), sudah mulai "gak sehat" menggunakan media sosial. Saya pribadi mulai merasa lelah dan muak ketika membuka media-media sosial tersebut, dimana dengan mudahnya orang-orang menuliskan atau men-share suatu hal yang notabene masalah pribadi alias sindir-sindiran, suatu hal yaang menebarkan kebencian atau hal yang tidak pantas atas sekelompok orang/personal which is belum tentu hal-hal tersebut adalah fakta.
Saya melihat ide sederhana yang luar biasa atas fasilitas media sosialnya, in actually. Sekitar tahun 2000-an hingga sekarang memang internet dan fitur-fiturnya mengalami kemajuan yang cukup signifikan. Manusia yang pada dasarnya merupakan makhluk sosial, yakni makhluk yang sangat butuh bersosial menjadikan kecanggihan abad ke-21 ini menjadi suatu hal yang potensial. Ya, sebut saja muncul media-media sosial ini yang dulu saya awal-awal menggunakan itu ada namanya friendster, plurk, ect, dan masih banyak yang lainnya hingga berkermbang ke jaman sekarang. Mungkin yang awalnya menjadi sebuah fasilitas berdampak baik yang mana menghubungkan manusia-manusia di dunia tanpa hambatan dari jarak bahkan waktu karena bisa dengan cepat berkomunikasi, lama kelamaan menjadi sesuatu yang kini punya dampak negatif juga. Media sosial kini terlihat sebagai topeng untuk bebera[a orang-orang untuk mengumpat yang lainnya. Mungkin karena yang terlihat hanya postingan atau tulisannya saja tanpa muka dan bentuk si pemilik akun media sosial tersebut. Akibatnya apa? mulai banyak terjadi kesalahpahaman hanya dari sebuah status di media sosial.
Jelas manusi memiliki cara sendiri ketika menginterpretasikan tulisan tersebut. Yang paling banyak terjadi adalah ketika tulisan yang diposting diartikan sebagai sesuatu yang menyindir dan yang membaca merasa tersindir. Di balik postingan tersebut kan kita tidak mengetahui apakah benar si penulis bermaksud seperti itu atau tidak. Kelanjutan akibatnya apa? ya gak jarang pula yang akhirnya end up dengan berantem, which they don't have a good relation in a real life, atau yang berlanjut saling sindir-menyindir di kolom status.
Emosi yang muncul tersebut kadang membuat si pelaku tidak menyadari bahwa apa yang mereka lakukan dapat dibaca orang lain dengan sangat mudahnya. Ya, because it is social media life. Ibaratnya udah gak ada lagi privasi, bahkan mungkin saja beberapa diantara mereka nyaman melakukan itu karena mendapat tanggapan dari teman-teman di dunia mayanya, which is itu likes, comments, dan seterusnya.
Sebenernya itu semua hak setiap orang yang memiliki atau menggunakan media sosial sih. Tapi apa rela hubungan yang terjalin dengan baik hanya rusak karena kebiasaan buruk menggunakan media sosial? Kita disini sama-sama belajar tentang bagaimana menggunakan media sosial dengan baik dan benar. Saling mengingatkan antara satu sama lain, baik itu tua atau muda, untuk saling mengedukasi bagaimana beraktivitas di media sosial dengan baik. Karena aktivitas yang kita lakukan masing-masing di media sosial anggaplah sebuah edukasi kepada yang baru mengenal media sosial. Saya hanya tidak ingin personal, keluarga, atau bangsa saya rusak hanya karena kita tidak bisa mnggunakan media sosial secara bijak, tidak bisa mem-filter apa yang harusnya ditulis sebagai posting di kolom status atau tidak bisa memahami berita atau informasi apa yang baik untuk di share, seakurat apa apa yang anda tulisa dan anda infokan ke teman atau keluarga anda. Jadi please be wise while using social media nowadays, we have to be a better person every single day.

No comments:

Post a Comment