2017/12/26

MEMBAHAS JATUH

Buku ini memang sepertinya belum siap untuk dibaca, belum selesai ditulis. Atau mungkin terlau banyak kata yang ditulis hingga bahkan gue sendiri yang menulisnya pun bingung cara membaca seperti apa. Terlalu banyak coretan sana sini yang kadang bikin sebuah paragraph jasi rancu, salah? Biar, buku ini menjadi buku atas segala perencanaan perjalanan gue yang penuh banyak koreksi sebagai pembelajaran. Karena kata orang yang namanya belajar kalau gak jatuh itu gak “afdol” rasanya, justru semakin banyak jatuh maka semakin banyak kita belajar. Jadi, mari terjatuh dengan indah.

Membahas tentang jatuh dengan indah yang bahkan ketika saat ini berpikir untuk menulis di blog ini, gue belum tahu pasti topik apa yang ingin gue tulis. Then menemukan kata “jatuh” yang sepertinya menarik untuk dibahas. Jatuh? Jadi dari mana kita mulai? Definisi. Yang paling sederhana, gue dapat dari kamus besar Bahasa Indonesia yang di dalamnya dituliskan sebagai berikut.

Ja.tuh 
  1. v (terlepas dan) turun atau meluncur ke bawah dengan cepat karena gravitasi bumi (baik ketika masih dalam gerakan turun maupun sesudah sampai ke tanah dan sebagainya): tabung kaca itu -- dan hancur 
  2.  v turun banyak (harga, nilai, dan sebagainya); merosot: harga mobil di pasar bebas –
  3. v sampai ke ...; tiba di ...; kena pada ...; tembus ke ...; ditujukan ke: jalan kecil ini -- ke Kampung Ambon; sindiran itu --nya kepada saya 
  4.  v bertepatan dengan; berbetulan dengan; tepat pada: proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia -- pada hari Jumat, tanggal 17 Agustus 1945 
  5. v berhenti memegang kekuasaan (tentang pemerintah, kabinet, dan sebagainya)
  6. v bangkrut (tentang toko, kongsi, dan sebagainya)
  7. v kalah atau dirampas musuh (kota, benteng, dan sebagainya) 
  8.  v tidak lulus (dalam ujian); gagal (dalam usaha); sangat menderita (rugi, sengsara, dan sebagainya)
  9. v tidak tahan lagi (oleh godaan, penderitaan, cobaan, dan sebagainya)
  10. v menjadi (sakit, miskin, cinta, dan sebagainya): -- miskin
sumber: kbbi online

10 poin yang disebutkan dalam kbbi sebagai definisi kata ‘jatuh’ yang sepertinya emang sulit membuat makna kata jatuh menjadi suatu hal yang menyenangkan . Oke, gue pikir akan ada 2 aspek yang akan membuat jatuh menjadi indah setelah gue coba membaca ulang dan ulang definisi yang gue kemukakan di atas, yang pertama adalah momen ‘ketika’ jatuh dan yang kedua adalah momen ‘sesudah’ jatuh. Seperti definisi jatuh di poin 1 yang mana jatuh diartikan pergerakan ke bawah yang memang disebabkan karena gravitasi which is kita pasti akan jatuh suatu saat jika posisi kita tidak sempurna. Definisi jatuh tersebut didapatkan ketika dan sesudai sampai di posisi terakhir jatuh. Tabung kaca itu – dan hancur. Tabung kaca itu memang jatuh tapi jatuh dengan kondisi seperti apa? misal ketika dengan kondisi berisi penuh parfume yang mana saat jatuh wangi parfumnya memenuhi seluruh ruangan. Berantakan memang dan hancur memang, tidak berbentuk namun si tabung kaca itu berisi hal baik, bukan bakteri jahat yang ketika jatuh justru membahayakan orang disekitarnya. Maka dengan terus belajar dan mengisi diri ini dengan suatu yang baik sepertinya akan membuat kita bisa jatuh dengan indah, kan?
Jika momen ‘ketika’ jatuh bukan menjadi yang terbaik atau indah, kita masih punya kesempatan kok untuk jatuh dengan indah melalui momen “after” jatuh. Menggunakan kasus yang sama, tabung kaca itu – dan hancur, oke, hancur .. lalu? Dirapihkan, lalu? disimpan? Dibuang? Beli yang baru? Yas, sepertinya buat apa lagi yang sudah hancur berkeping, terkecuali bentuknya masih sedikit ada, yaa .. it;s up to you kalau mau disimpan buat kenang-kenangan kalau si tabung jatuh pas masa-masa lagi hidup enak, haha, ya .. supaya gak lupa kalau pernah jatuh :). Ketika dibuangpun sebenarnya masih ada kok yang bermanfaat bagi orang-orang yang kerjanya mengumpulkan kaca-kaca beling .. ibaratnya pasti masih ada kok yang mau merangkul kita untuk menjadi suatu hal yang baru. Dan gak ada salahnya juga beli yang baru, mungkin kita bisa beli tabung baru yang modelnya lebih bagus, lebih banyak punya fungsi dan lain-lainnya yang membuat kelangsungan hidup kita ketika memakai tabung kaca ini menjadi lebih baik.

Ketika gue memulai menulis topik ini, lagi ramai sekali di sosial media terutama instagram, berita seorang artis korea yang katanya 'bunuh diri'. Gue katakan "katanya" karena which is sebenernya gue gak tau kebenarannya sih apakah yang bersangkutan memang bunuh diri atau gak. Ya, karena beritanya gak akan sedetil lo melihat berita di Indonesia, like kalau ada berita kematian seseorang bisa merembet kemana-kemana wawancaranya dan beneran berita yang akan disuguhkan ke masyratakat harus dipastikan gitu loh, kasarnya orang-orang pengen tau ini harus tau sedetail mungkin proses meninggalnya gimana. and I don't want talking about that, I don't care. Poin yang kemudian gue garis bawahi adalah beberapa manusia di dunia ini benar serapuh tabung kaca yang kita bicarakan tadi. Tabung kaca yang bahkan lo tiup aja dia akan jatuh dan hancur berantakan. Parahnya lagi mungkin, beberapa yang rapuh tersebut gak tau cara membuat jatuh itu indah seperti yang kita bahas sebelumnya dan bahkan menyembunyikan itu atau secara tidak sengaja orang-orang disekitarnya kurang aware akan hal tersebut. In the end, mereka benar-benar akan berakhir hancur berkeping-keping. Gue punya beberapa teman cukup dekat dan merek rapuh. Beberapa waktu lalu ketika bunuh diri tiba-tiba menjadi up (karena banyak kasus yang muncul ke permukaan), gue bahkan sempet khawatir dengan mereka dan mencoba lebih aware lagi kepada orang lain yang terlihat maupun tidak terlihat rapuh. Gue lebih menjaga omongan dan sebagainya karena gue pun gak tau sedang pada kondisi apa mereka dan omongan yang kadang bisa memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap pertistiwa jatuhnya sesorang. Gak sedikit juga, mereka depresi karena dikatain, dibully dan sebagainya, dan verbal atau kata-kata mungkin menjadi suatu hal yang berpotensi untuk itu pada masa sekarang. Kasus-kasus yang sampai bunuh diri gue rasa mereka yang sudah benar-benar akut dan sudah gak lagi menemukan solusi atas semua problem dalam hidup mereka.

Sayangnya, manusia-manusia yang bertempat tinggal di dunia maya atau yang biasa kita sebut netizen ini semakin hari gue rasa udah semakin tak berperasaan nanyanya. Maupun itu yang dikenal maupun gak dikenal (?) Yap, kalau yang gak dikenal mungkin kita bisa lihat itu kasusnya pada selebgram-selebgram yang kadang dikomentarin jahat oleh para netizen ini, terlepas dari baik atau buruknya si selebgram tersebut rasanya memang tak pantas memberikan komentar yang negatif dan menyakitkan hati orang. That's penting banget memilih bahasa yang baik ketika memberikan komentar kepada orang lain, karena ya itu, kita gak tahu serapuh apa orang yang dikomentarin.

Kalau untuk orang yang dikenal, kalau dari gue pribadi, gue kurang suka atau agak kurang nyaman kalau ada dari beberapa orang yang memang udah lama gak ketemu (mungkin) terus hanya stay in touch lewat sosial media dan sekalinya nyapa, komentarnya fisik, entah "kok gemukan" "kok kurusan" "kok ... " "kook .." dan "kok ..." yang lainnya. Gue sempet baca suatu post cerita tentang salah satu orang korea yang bilang kalau kehidupan sosial di korea memang penuh tekanan dan ada penelitian yang menyebutkan bahwa indeks kebahagiaan orang yang tinggal di korea sangat rendah. Ini berkaitan dengan kasus bunuh diri itu maka munculah artiket tentang kehidupan di korea tersebut dan juga keluar data bahwa bunuh diri di korea sangatlah tinggi. Artikel tersebut bilang kalau orang korea hidup dengan terus membanding-bandingkan, ibarat di atas langit masih ada langit dan mereka akan terus di tekan oleh sosial mereka untuk mencapai langit tertinggi. Negara Korea terkenal dengan operasi plastik kan? hal itu ternyata merupakan salah satu akibat dari kehidupan sosial mereka yang selalu membanding-bandingkan. Wanita yang matanya tidak besar berarti tidak cantik, yang beratnya tidak ringan adalah tidak cantik, intinya semua harus dibuat sesempurna mungkin. Ya, hal sekecil itu bahkan mempengaruhi kebahagiaan orang lain loh. Mereka, orang korea, yang dibilang tidak cantik karena tidak sesuai dengan standar mereka kemudian terus memikirkan hal tersebut merasa sedih, tertekan dan kemudian mencari cara untuk menjadi cantik sesuai standar kecantikan korea. Dan kalian bisa bayangin kan kalau kehidupan sosial kita terus berorientasi pada penampilan fisik. Kasihan sama yang dikomentarin, mungkin komentarnya sebenernya dalam kondisi yang baik tapi kita gak tau akan memberikan efek seberapa besar. Mungkin, setelah dikomentarin "gendut" terus dia jadi mengurangi makan bahkan gila-gilaan diet yang kemudian bisa mebahayakan nyawa mereka. Dan akhirnya mungkin ternyata komentar kitalah yang menyebabkan mereka, orang-orang terdekat kita, rela mengakhiri masa hidup mereka. So, please be aware to each other guys! Think before you do something!

No comments:

Post a Comment