2018/09/18

MIMPI ANEH DAN MELELAHKAN AKHIR-AKHIR INI


Gue berada disuatu lingkungan dan yang gue inget sepertinya sedang dalam kondisi yang kurang ok, dalam arti lain di waktu sebelumnya ada semacam ‘perkelahian’ yang gue hadir di tempat tersebut sebagai penonton/penyimak. Selesainya tibalah gue berjalan masih di tempat yang sama yaitu seperti lingkungan perkampungan. Rumah-rumah sederhana yang berdempetan antara satu dengan lainnya, namun diantaranya memiliki halaman luas yang menjadi transisi sekaligus ruang public dimana mereka bisa beraktivitas bersama-sama. Pada saat berjalan, gue tahu bahwa ada kejadian  yang gue lihat sebelumnya dan kurang mengenakan. Setelah kejadian itu pun, gue berkesimpulan untuk lebih baik diam di tempat yang sedang gue pijak saat itu, namun entah gimana alasan yang gue pilih tiba-tiba gue berada di tengah halaman yang kita sebut ruang public itu. Tidak ada orang, hanya gue yang berdiri terdiam dan kamera berputar mengelilingi gue. Maksudnya itu loh scene film yang si aktornya misalnya diam terus si kameramennya berputar mengelilingi si actor, you guys know what I mean :). Selang beberapa lama, samar-samar gue mendengar ada suara yang bilang “hey awas! Hati-hati!” dan sepersekian detik kemudian gue dilempar pisau oleh ibu berdaster dan berjilbab langsung/bergo (sampai perlu digarisbawahi karena aneh). Pisau tersebut mengenai bagian dada kiri gue, tepat di dada kiri dan entah bagaimana gue inget rasanya tertusuk pisau, perihnya dan rasanya pisau itu dicabut oleh gue sendiri sehingga tervisualisasikan darah mengalir deras, gue pun hampir pingsan atau mungkin mati.

Samar-samar gue merasa kalau saat itu sedang berada di tempat tidur dan anehnya gue masih merasa sakitnya di dada kiri, bukan sakit biasa lebih yang perih misal kita tergiores pisau di tangan/jari. Bayangin aja ini di dada dan rasanya robekannya sekitar 5-7 cm. Sampai pada saat kondisi setengah sadar itu, gue masih sempet mikir “gila, mimpi apa itu tadi? (sambal baca-baca doa untuk tidur lagi soalnya masih sekitar jam 4an lah ya), gue gak mau mimpi yang kayak gitu lagi”. Lucunya disisi lain gue inget, mitos-mitos jaman SD yang katanya kalau kita mimpi terus bilang seperti gak mau mimpi yang sama maka akan terjadi mimpi lanjutannya, berlaku sebaliknya. Maka di kondisi setengah sadar itu pula gue teringat dan langsung mengubah niatan jadi gak mau berbicara seperti itu (dalam hati), haha.

2018/09/16

SETELAH 56 TAHUN, ASIAN GAMES 2018 DI INDONESIA


What a wonderful show! Setelah melihat opening ceremony Asian Games 2018 yang dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 2018, ada beberapa temen-temen gue yang nangis pas nonton begitupun gue yang tetep berkaca-kaca kalau nonton berulang-ulang. Sejujurnya, pada awalnya gue gak se-excited ­itu dengan Asian Games sebelum pada akhirnya melihat opening ceremony yang luar biasa. Gue hanya tau bahwa Asian Games yang merupakan pesta olahraga terbesa se-Asia akan diselenggarakan di Indonesia setelah pada tahun 1962 Indonesia juga berkesempatan menjadi tuan rumah dan membuat kita memiliki salah satu stadion terbesar di Asia Tenggara, Gelora Bung Karno. Setelah Asian Games berakhir dan flashback apa yang sudah terjadi di Indonesia khususnya kota-kota penyelenggara: Jakarta, Palembang dan kota-kota di Jawa Barat, gue pribadi jadi sangat berharap banyak event-event sekelas Asian Games terselenggara di Indonesia. Secara langsung dan tidak langsung banyak hal yang ter-upgrade dan itu yang diharapkan bangsa Indonesia atau gue secara pribadi.

1.    Infrastruktur Setara Negara Maju

Indonesia akhirnya punya opsi public transport baru, MRT dan LRT, walaupun yang di Jakarta belum beroperasi ketika Asian Games 2018 berlangsung. Keberadaan MRT dan LRT ini menurut gue salah satu kemajuan tentunya dengan harapan rakyat Indonesia mentality-nya juga semakin maju. Dengan kata lain, lebih teratur, mau antri ketika masuk LRT atau MRT-nya nanti, sesederhana mendahulukan yang keluar sebelum masuk. Yang paling terpenting bisa menjaga kebersihan dimanapun berada.

Dari awal persiapan Asian Games 2018, yang paling-paling exciting things adalah upgrade komplek Gelora Bung Karno menjadi lebih bersih dan tertata dengan baik. I was in main stadium of Gelora Bung Karno dan ketika waktu itu berkesempatan menonton salah satu pertandingan dengan kondisi stadion utama yang baru, I only said “wow” because that is different in a good way. Kalau waktu itu sempat belajar atau mencari tahu tentang bagaimana standar stadion olahraga yang baik, waktu itu presedennya adalah salah satu stadio di Inggris. I have to say that GBK have international standard. Very good job!

2.    Kesadaran Masyarakat untuk Memajukan Bangsa dan Negara

Menurut gue ini aspek yang terpenting dari sekadar kita punya infrastruktur keren setara negara maju, yaitu kesadaran dan kemauan untuk maju. Banyak tweet atau postingan netizen yang gue baca sebelum Asian Games 2018 berakhir dan mereka bilang bahwa ingin Asian Games diperpanjang. Gue menilai bahwa banyak rakyat Indonesia yang ingin kondisi di Indonesia seperti yang terjadi selama Asian Games berlangsung, kalau kata beberapa orang seperti gak di Indonesia karena Indonesia jadi lebih bersih dan teratur. Mungkin harapan bahwa mentality orang-orang Indonesia harus maju seiring dengan pertambahan infrastruktur sepertinya ada dan perlu dijaga terus.

Kondisi politik di Indonesia yang kurang enak pun akhirnya hilang, lupa karena kita semua sibuk mendukung satu identitas, yaitu Indonesia. Betapa nyamannya melihat sosial media yang lebih banyak dipenuhi tentang update pertandingan, update medali yang didapat Indonesia, ah :). Acara TV yang gak bermutu digantikan dengan siaran pertandingan-pertandingan Asian Games. Do you know I was watching all the match along day, padahal biasanya mendingan di kamar nonton youtube atau series luar dibanding nyalahin TV Indonesia karena bingung apa yang mau ditonton. Terbukti bahwa banyak sekali orang Indonesia yang diwakili netizen-netizen di Indonesia haus akan acara bermutu di TV dan rasanya sedih sekali ketika Asian Games berakhir sehingga gak ada lagi tayangan-tayangan pertandingan Asian Games yang menjadi opsi tayangan bermutu di TV Indonesia.

3.    A Good Show is a Well Planned Show

Opening Ceremony is the key, I think, magic and made attention to people. Mungkin awalnya gak sebegitu pedulinya seperti gue yang hanya interest dengan melihat major renovation di GBK dan penasaran dengan opening ceremony jadi mulai atensi ke persiapannya. Tapi ketika melihat openingnya berlangsung, I only said “wow” and I give a big thumb up for the team behind a great show. Kemudian semua mata orang mulai tertuju pada Asian Games dan coba kalian bayangkan seandainya opening gak se-wow itu? Mungkin gue akan bilang Asian Games gak akan menarik perhatian manusia sebanyak itu khususnya di Indonesia.

Wishnutama, the creative director, absolutely is a role model for a young people in Indonesia. We could learn from him about the creativity and how to make that ideas become the real one. He showed us that we have to work hard to be good and for me, I learn that ‘the detail is important’ for making a great show or whatever we make. Kalian tau! Beberapa kali melihat cuplikan persiapan opening yang sudah dimulai 3 bulan sebelumnya dan gak ada keraguan sama sekali kalau bilang bahwa OC adalah sebuah kesuksesan besar.

Well, I must say I want to everyday is Asian Games in Indonesia and who agree with me? :)

2018/07/08

13 REASONS WHY, WEEKEND AND ME



::::::::::This post will be contained of privately matters which is Y’all don’t need to read about. In case, I just need to express my feeling through this post, ingnore it!::::::::::


13 Reasons Why, actually gak sengaja nonton series ini karena gak sengaja pula beberapa waktu lalu memutuskan untuk berlangganan Netflix. Hampir semuanya serba gak sengaja, karena emang tiba-tiba tertarik untuk nonton The Crown – one of Netflix’s series dikarenakan mendengarkan soundtracknya ketika memainkan salah satu Daily Mix Playlist di Spotify. Berhubung waktu itu berdekatan dengan libur lebaran yang dapat dipastikan gue sangat tidak berniat untuk membawa laptop padahal udah download satu seasonnya The Crown jadi gue memutuskan untuk install aplikasi Netflix di handphone. Ada free one month ketika pertama kali daftar dan memang sengaja gue save untuk suatu saat gue butuh dengan langganan Netflix ini. Voila, akhirnya sebelum libur hari kerja berakhir untuk libur lebaran, gue bisa nonton series dimanapun gue mau. Selama itu pun, gue meng-explor isi dari aplikasi tersebut termasuk melihat apa sih series yang popular di Netflix. 13 Reasons Why salah satunya dan gue pun sudah familiar dengan judul itu mengingat beberapa kali sering melihat update-an instastory orang mengenai series ini. Then, I started to watch and the story line is interesting. Gue gak pengen ceritain detail tentang seriesnya dan sampai alasan kenapa gue team ship Zach and  Hannah (Who is team Zach and Hannah? J ). Secara garis besar season pertama ini menceritakan tentang kisah seorang murid perempuan di suatu sekolah yang melakukan bunuh diri dan sebelum dia bunuh diri, dia kayak buat rekaman yang menjelaskan alasan kenapa dia bunuh diri untuk didengarkan oleh teman-temanya. Series ini memang cukup menarik karena mengangkat isu-isu yang memang notabene penting terutama di sekolah atau high school di Amerika, tentang bullying, free sex, suicide, ect. Sebegitu pengaruhnya hal-hal kecil yang mungkin gak kita sadari tentang bilang sesuatu ke temen atau mengacuhkan mereka, meremehkan, dan sebagainya terhadap kondisi kesehatan mental mereka. Gue melihat tokoh Hannah dalam series ini kesulitan ketika alone atau bisa dibilang she needs someone to cheer her up and then let her to forget anything about her problem, even a small one. In the same time, she has a problem to express her feeling and well somehow it is happened to me. That’s why I have been trying for letting them out because everything could be happened sometime. I just don’t want to be, you know everyone either. I want to be a positive person, always, and y’all should be too.

2018/06/28

AISYI · \ ˈī \ \ ˈsē \ WORLD EPS. 02


S E B U A H   T A N Y A

Kadang tanya tak selalu berjalan mulus, menyisakan hal yang tak mudah dipahami
Menimbulkan tanya-tanya yang tak ubahnya menyimpulkan sesuatu
Membuatku ingin berbalik arah, melihat apa yang telah terjadi
Namun kusadari yang terjadi tak sesuai, bukan mauku, untukku, atau siapapun
Sepertinya ...
Sebuah tanya yang tak mampu kujawab sendiri
Ragu, kadang tak tahu lalu tak percaya akan diri sendiri
Merasa hilang dan tak tahu arah untuk kemana
Sesaat kemudian kembali yakin dengan keyakinan tidak penuh
Ibarat ponsel pintar terlalu lama terisi 
Raganya tak sanggup untuk sebuah pengulangan
 Menolak berhenti yang takut untuk maju 
Entah sampai nanti dan nanti seperti itu
Dan sampai nanti pun tanya kembali tak menemukan jawaban


2018/06/21

AISYI · \ ˈī \ \ ˈsē \ WORLD EPS. 01


B U K A N

Berlabuh pada sebuah pengharapan yang belum tentu terharapkan
Terbelenggu oleh imajinasi yang rela salah atau memang bukan
Bahkan mungkin karena memang merasa sendiri atau memang bukan
Membuka ranah dan melihat berkali-kali dengan keyakinan namun seketika merasa tidak terjamin
Sudah tahu hal itu namun tetap kembali keesokannya
Dengan doa dan lagi-lagi harapan berlatar sebuah artikel yang membuat "iya" keesokannya
Tahu, kadang lelah, tapi lagi-lagi sendiri dan merasa tidak pasti
Mimpi itu menggantung, kadang pergi, kadang kembali, sama tidak pastinya
Bisakah? dan tidak terjawab, hanya bergantung pada setelahnya yang bahkan sama
Ingat setahun lalu, dua tahun lalu, dan bulan-bulan sebelum yang dua tahun lalu
Menunduk untuk hal yang sama untuk kenyataan yang masih sama
Adakah yang salah atau memang salah kaprah
Perlukah duduk lebih lama lagi sampai besok yang hari sebelumnya tak diketahui
Menyerah pun dengan cara apa?
Bahkan untuk maju pun terdiam?
Jangan katakan 'kau belum coba!" karena tidak ada yang benar
 Tidak tahu lagi tentang apakah dan apakah, terlalu menebak
Tidak tahu lagi tentang bagaimana dan bagaimana
Tidak tahu tentang kebenaran karena otak keras berkata salah
Should we ....
I wanna tell you about ....
Could we ....