2017/08/03

ASLINYA MANA ?

Kita semua sepakat atau gue pribadi meyepakati bahwa negara kita punya anugerah luar biasa lewat keberagaman suku yang dimilikinya. Sungguh luar biasa bahwa negara dengan berbagai kelompok manusia yang meyakini akan persamaan asal usul, agama ras atau bahkan kombinasinya, atau kita biasa sebut itu 'suku' dapat bersatu menjadi sebuah negara, yaitu Indonesia. Punya sejarah yang amat panjang, well secuil yang kita pelajari selama sekolah bahwa negara kita dijajah dan sebagainya, mungkin menjadi salah satu faktor utama kenapa negara ini ada disamping setiap suku punya kepercayaan masing-masing akan cara-cara menjalani hidup. Yaps, kita pasti punya cara masing-masing dalam menjalani hidup, tanpa disadari atau tidak adat istiadat yang dianut dari suku tertentu itulah yang memberikan aturan-aturan tertentu terhadap masing-masing individu, khususnya di Indonesia.

"... the everyday flow of work and talk, moments occur in which people reflect on and even objectify their world."  -- Webb Keane, The Spoken House: Text, Act, and Object in Eastern Indonesia

Sore ini, ketika menjalani rutinitas naik ojek online, bapak ojeknya tanya asli dari mana. Gue jawab "saya asli Jakarta pak" dan kemudian mengingatkan gue ketika mengambil kelas Arsitektur Etnik setahun yang lalu ketika kuliah. Entah dipertemuan kapan, sang dosen bertanya ke semua mahasiswa mengenai masing-masing suku yang "dianut". Beberapa dari mereka yang mungkin lama tinggal di Jakarta, seperti gue (bahkan gue tinggalnya di Depok), lumayan kesulitan dan cukup bingung mengenai identitas suku kita. Sampai bapaknya memaksa tanya, "Ya, bayangin aja nanti kamu kalau nikah mau pake adat apa?" :)

Lalu, ketika lo ditanya "suku lo apa?" atau "lo orang apa?", adakah yang sama seperti gue bingung jawabnya apa. Akhir kata lo akan menjawab "gue mah orang Indonesia aja"

2017/07/16

EID AL FITR WITH SISTER

Being the only daughter in a family is boring, sometimes. I often get an envy for whoever could share many things with a sister such as your everyday stories even your outfits from top to toe. On the other hand I have two brothers and that does not mean unpleasant things. There will be many fun things also that you could do with brothers in different way. Eid Al Fitr or Lebaran always be a moment to meet sisters (cousins) and do "girl's things" that I couldn't do with my brothers. Taking many photos together was being a joyful things to do for us, me and my sister, Lala. Her full name Maulida Akmala, she was born eight months after me and it made us live in the same age. She was my soulmate after born and years by years later. In every family gathering, we both always stay together, they said that we always stick together "I am there, she will be there, and also to the contrary". It is funny that I found we have lived for 22 years together and we have many memorable things to share up then until we grow old.

2017/07/14

RADITYA DIKA - DRAW MY LIFE 'S YOUTUBE REACTION

Honestly, jarang-jarang banget buat tulisan yang isinya reaksi dari video di youtube. Yaps, beberapa bulan bahkan setahun ke belakang youtube memang lagi "hits-hitsnya". Banyak, bahkan hampir semua orang punya channel youtube (anyway gue juga punya sih buat nontonin video-video youtube itu) yang semakin sering diisi dengan video-video yang dibuat dengan gaya masing-masing, mulai dari yang berkonten seperti make up tutoial, food review, dan semacamnya, sampai dengan yang meliput kegiatan sehari-hari. Isinya juga macam-macam! mulai dari yang bermanfaat banget buat semua viewers sampai dengan yang kalau gue tonton, gue sempet mikir "ngapain pula gue nonton beginian". haha
And anyway, youtube bisa dibilang udah seperti TV berjalan bahkan lebih sih dari TV, kenapa? Pertama, youtube bisa diakses dimana aja, dan yang kedua adalah lo bisa milih apa yang ingin ditonton dengan ribuan bahkan jutaan jenis konten di dalamnya. Pastinya, kita sebagai viewer ini, semakin hari harus semakin bijak dan smart dalam memilih video yang akan di tonton di youtube.
Salah satu, youtuber yang juga akhir-akhir ini gue sering tonton videonya adalah Raditya Dika. Who doesn't know about him? kayaknya udah dari jaman gue SMA, dia udah malang melintang di dunia 'entertainment'. Berawal dari nonton video dengan isi jokes-jokes recehnya dia, kayak konten yang berjudul "Squishy Berhantu" (yang belum nonton, coba aja ditonton! se gak jelas itu sampai mau ketawa pun bingung sih, haha), sampai akhirnya beberapa hari yang lalu dia upload video "Draw My Life". I've attached his video to this post, so you can watch the video immediately.

2017/07/09

ITU YANG DINAMAKAN "SOK TAU"

Tulisan kali ini mungkin ingin merubah kata ganti jadi pakai "gue" supaya gak terlalu kaku. Mari kita berbicara tentang bagaimana hidup itu harus dijalani. Sekaligus menjadi pengingat pribadi bahwa sudah mengalir dengan benar ataukah hanya terbawa arus. Ditulisan ini gue ingin bercerita dan membuat sebuah tokoh lain yang semoga bisa kita kritisi dan cermati bareng-bareng karena biasanya kan kita lebih peka terhadap urusan orang lain namun lupa akan urusan diri kita pribadi, is it right? I am big agree!.
 
Daun ini hidupnya cukup jelas, kita bisa lihat setiap hari di hidup di ranting dan melakukan tugasnya yang "katanya" melakukan fotosintesis. Ya, "katanya" soalnya gue kan juga gak benar-benar tau apakah daun (yang banyak dalam satu ranting) melakukan tugasnya dengan sama, misalnya saja kalau ada yang gak dapet cahaya matahari secara maksimal dan disisi lain ada daun yang selalu dapat cahaya matahari dengan maksimal. Terlebih lagi gue juga bukan daun :)

2017/06/16

SI ANAK PERTAMA

Semua (atau mungkin hanya saya) percaya bahwa Tuhan telah menciptakan individu-individu di muka bumi ini sesuai dengan porsinya, means masing-masing dari kita punya peran sendiri-sendiri atas keberlangsungan hidup ini, baik yang secara langsung kita lakukan ataupun yang tanpa kita sadari kita telah memberikan kalimat lain dalam paragraf seseorang yang menjadikan paragraf tersebut menjadi bagus luar biasa atau malah sebaliknya "aneh" dan gak bisa dibaca sama sekali. Itulah hidup yang mana harus kita sadari bahwa semua yang kita lakukan akan berpengaruh atas sesuatu sehingga lakukan apapun itu dengan sebaik-baiknya dan bolehlah kita berharap apa yang kita lakukan tidak merusak paragraf-paragraf yang sedang atau telah dibuat oleh seseorang.
Setiap individu di dunia ini tidak ada yang memiliki kesempatan untuk memilih mau seperti apa hidup yang akan dijalani, mau dimana dilahirkan, ataupun mau kapan akan memulai hidup ini. Ibarat kita datang dengan membawa PR masing-masing dan dikerjakan dengan amunisi-amunisi yang berlimpah ruah di dunia ini. Termasuk hal menjadi "anak sulung" atau "anak pertama". Mungkin dari kalian yang membaca tulisan ini akan langsung terbesit suatu hal atau mungkin kita (yang anak sulung) punya pikiran yang sama, hehe. Bukan menjadi bentuk atas ketidakbersyukuran atas apa yang dianugerahkan Tuhan kepada setiap individu, tapi setujukah beberapa dari kalian dengan pernyataan "seandainya hidup ini bisa memilih, maka saya akan memilih untuk tidak menjadi anak pertama".