2017/09/09

BACK TO BASIC

Siang ini, gue gak sengaja ke toko buku buat menghabiskan waktu setelah pagi tadi meeting sama klien. Ada banyak buku yang gue lihat, salah satunya buku yang isinya semacam kumpulan sajak. Sajak yang sederhana, semacam diary eksplisit si penulis. Kemudian gue jadi inget dulu pas SMP gue suka banget nulis puisi/sajak sebagai 'curhatan' atau diary gue. Gue tulis di sebuah binder yang isinya lumayan banyak loh. Nah masalahnya itu binder gak lagi gue temukan dimana. Terakhir kali yang gue inget gue masukin salah satu kardus packing pas keluar IC. Nah entah si kardus itu mungkin disimpen di loteng sama mama/papa atau yang kebawa temen. Tapi udah pernah tanya yang bawa kardus gue itu, dia gak menemukan binder gue itu. Gue termasuk orang yang suka flashback, seandainya menemukan itu binder, sepertinya akan jadi buku komedi buat gue baca-baca, haha. Dan kemudian gue ingin memulai kembali menulis sajak-sajak tersebut di blog ini. Bentuk penuangan atas otak gue yang suka memepertanyakan hal yang gak penting setiap saat. Ada gak sih diantara kalian yang kayak gitu ?

09/09

Ketika hidup harusnya singkat
Namun waktu bisa dihamburkan
Kala dimana ingin bergerak lambat
Nan lembut menikmati setiap detik
Lambat bukan berarti tidak sama sekali
Lambat memberikan makna
Lambat mengajarkan untuk melihat
Melihat yang berbeda antara melihat
Lambat mengajarkan untuk memahami
Memahami yang berbeda dari memahami
Kenapa yang singkat harus dijalani dengan cepat
Padahal lambat lebih sesuai
Padahal lambat lebih ada

2017/08/26

TERLEMPAR KEMBALI

Pernah dengar kalau setiap orang punya gaya belajar/memahami sesuatu dengan berbeda-beda? Yap, ada beberapa cara belajar dalam ilmu psikologi,. Setiap orang punya kecenderungan atas suatu gaya tertentu, beberapa diantaranya Visual Learners yaitu orang-orang ini akan cenderung belajar/memahami sesuatu dengan bukti yang terlihat baru dapat memahaminya atau dengan kata lain dapat dengan mudah paham dengan suatu yang bentuknya visual, misalnya dengan cara menonton, melihat gambar, dan bahkan beberapa diantaranya sangat suka mentranformasikan sesuatu menjadi sebuah diagram untuk memudahkan agar dimengerti (sebut saja itu gue salah satunya, haha). Beberapa diantaranya adalah Auditoy Learners karena mereka lebih cepat paham dan mengerti dengan cara mendengarkan atas sesuatu, sebut saja kelompok ini akan cenderung lebih cepat mengingat dengan mendengarkan pidato seseorang, atau penjelasan guru saat di depan kelas, beberapa diantaranya biasanya punya kebiasaan merekam pembicaraan guru atau motivator, ect untuk didengarkan lagi. Kemudian, beberapa diantaranya Kinesthetic Learners karena kelompok ini mewajibkan untuk menyentuh sesuatu sebagai bukti/tanda atas suatu judul pembelajaran tertentu, semisal ketika teori newton yang apel jatuh, mereka sangat bisa dipastikan akan sangat mudah mengingat jika pada saat itu ada apel yang dipegang.

2017/08/03

ASLINYA MANA ?

Kita semua sepakat atau gue pribadi meyepakati bahwa negara kita punya anugerah luar biasa lewat keberagaman suku yang dimilikinya. Sungguh luar biasa bahwa negara dengan berbagai kelompok manusia yang meyakini akan persamaan asal usul, agama ras atau bahkan kombinasinya, atau kita biasa sebut itu 'suku' dapat bersatu menjadi sebuah negara, yaitu Indonesia. Punya sejarah yang amat panjang, well secuil yang kita pelajari selama sekolah bahwa negara kita dijajah dan sebagainya, mungkin menjadi salah satu faktor utama kenapa negara ini ada disamping setiap suku punya kepercayaan masing-masing akan cara-cara menjalani hidup. Yaps, kita pasti punya cara masing-masing dalam menjalani hidup, tanpa disadari atau tidak adat istiadat yang dianut dari suku tertentu itulah yang memberikan aturan-aturan tertentu terhadap masing-masing individu, khususnya di Indonesia.

"... the everyday flow of work and talk, moments occur in which people reflect on and even objectify their world."  -- Webb Keane, The Spoken House: Text, Act, and Object in Eastern Indonesia

Sore ini, ketika menjalani rutinitas naik ojek online, bapak ojeknya tanya asli dari mana. Gue jawab "saya asli Jakarta pak" dan kemudian mengingatkan gue ketika mengambil kelas Arsitektur Etnik setahun yang lalu ketika kuliah. Entah dipertemuan kapan, sang dosen bertanya ke semua mahasiswa mengenai masing-masing suku yang "dianut". Beberapa dari mereka yang mungkin lama tinggal di Jakarta, seperti gue (bahkan gue tinggalnya di Depok), lumayan kesulitan dan cukup bingung mengenai identitas suku kita. Sampai bapaknya memaksa tanya, "Ya, bayangin aja nanti kamu kalau nikah mau pake adat apa?" :)

Lalu, ketika lo ditanya "suku lo apa?" atau "lo orang apa?", adakah yang sama seperti gue bingung jawabnya apa. Akhir kata lo akan menjawab "gue mah orang Indonesia aja"

2017/07/16

EID AL FITR WITH SISTER

Being the only daughter in a family is boring, sometimes. I often get an envy for whoever could share many things with a sister such as your everyday stories even your outfits from top to toe. On the other hand I have two brothers and that does not mean unpleasant things. There will be many fun things also that you could do with brothers in different way. Eid Al Fitr or Lebaran always be a moment to meet sisters (cousins) and do "girl's things" that I couldn't do with my brothers. Taking many photos together was being a joyful things to do for us, me and my sister, Lala. Her full name Maulida Akmala, she was born eight months after me and it made us live in the same age. She was my soulmate after born and years by years later. In every family gathering, we both always stay together, they said that we always stick together "I am there, she will be there, and also to the contrary". It is funny that I found we have lived for 22 years together and we have many memorable things to share up then until we grow old.