2018/03/30

INSTALASI SENI DAN MENGAPRESIASI SENI


Sebagai seorang desainer, rasanya bangga jika karya yang kita buat menjadi objek foto bagi banyak orang. Kemudia diupload di media online atau social platform, diesbutkan namanya dan menjadi viral lalu terkenal. Jaman sekarang rasanya semua orang hampir tidak ada yang tidak mau jadi terkenal. Melihat fenomena di internet atau tv, ada aja sesuatu hal yang viral membuat orang yang tadinya hanya orang biasa lalu menjadi terkenal, kemudian di endorse. Ah, sudahlah!

Sebaliknya sebagai penikmat seni, rasanya menyenangkan jika bisa mengunjungi karya-karya seniman besar dunia dan mengabadikan karya tersebut dengan difoto atau berfoto di karya seni tersebut. Keterbatasa lokasi yang jauh jadi pembatas untuk hanya bisa menikmatinya via melihat di sosial media atau internet saja.

courtesy www.chuzailiving.com

2017/12/27

EVERYDAY AND ARCHITECTURE: ORIGIN


This was my assignment from a class when I was an architecture student. I post this because it suddenly came to my mind. The name of class is 'Everyday and Architecture' which is in the class, we have discussed about everyday life and its related to an architecture life. Everyday life is a common life, we do it everyday, it is habitual and somehow we do not realize how important is or how it giving us affect, ect. Through this class, we learn about practice of everyday life which is common but if they disappear, it will doesn't mean anything. One of topic that we discussed is about origin. As an assignment to complete mid-term, we were asked to create one thing from our origin. Yes, every student in the class is came from different origin. Even they raised in Jakarta, a big city with an acculturation in it, each them should be taught with different culture as their parent's origin. I, actually have raised in Jakarta and all of my family is growth in Jakarta also. It was hard to found the thing that is came from my origin and I could show the process of making it on the class. Like I have written in my report, I was asked my cousin that she has been living in the neighborhood where my parents, my aunties, may uncles, and also me when I was a kid lived. Most of people that living in that neighborhood have lived there for a long time, even from their grand-grand parents and now they have children. I was thinking about making a thing that I have seen in when someone holding a wedding ceremony. It is called 'Kembang Uang' because the shape resemble the flower but it has money as a flower. Ordinarily, the host of the wedding will provide 'Kembang Uang' to family members or guests who has came to the ceremony. I remember it well, when I was a kid, I have experienced to get one of 'Kembang Uang' and it was struggled to get that. Actually, it was fun and it was one of memorable thing that I have before in this time we hard to find that culture easily. That assignment from the class gave us a learning to aware about our culture, our origin. Simple but that thing has created our society, with or without we realized. :)

2017/12/26

MEMBAHAS JATUH

Buku ini memang sepertinya belum siap untuk dibaca, belum selesai ditulis. Atau mungkin terlau banyak kata yang ditulis hingga bahkan gue sendiri yang menulisnya pun bingung cara membaca seperti apa. Terlalu banyak coretan sana sini yang kadang bikin sebuah paragraph jasi rancu, salah? Biar, buku ini menjadi buku atas segala perencanaan perjalanan gue yang penuh banyak koreksi sebagai pembelajaran. Karena kata orang yang namanya belajar kalau gak jatuh itu gak “afdol” rasanya, justru semakin banyak jatuh maka semakin banyak kita belajar. Jadi, mari terjatuh dengan indah.

Membahas tentang jatuh dengan indah yang bahkan ketika saat ini berpikir untuk menulis di blog ini, gue belum tahu pasti topik apa yang ingin gue tulis. Then menemukan kata “jatuh” yang sepertinya menarik untuk dibahas. Jatuh? Jadi dari mana kita mulai? Definisi. Yang paling sederhana, gue dapat dari kamus besar Bahasa Indonesia yang di dalamnya dituliskan sebagai berikut.

Ja.tuh 
  1. v (terlepas dan) turun atau meluncur ke bawah dengan cepat karena gravitasi bumi (baik ketika masih dalam gerakan turun maupun sesudah sampai ke tanah dan sebagainya): tabung kaca itu -- dan hancur 
  2.  v turun banyak (harga, nilai, dan sebagainya); merosot: harga mobil di pasar bebas –
  3. v sampai ke ...; tiba di ...; kena pada ...; tembus ke ...; ditujukan ke: jalan kecil ini -- ke Kampung Ambon; sindiran itu --nya kepada saya 
  4.  v bertepatan dengan; berbetulan dengan; tepat pada: proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia -- pada hari Jumat, tanggal 17 Agustus 1945 
  5. v berhenti memegang kekuasaan (tentang pemerintah, kabinet, dan sebagainya)
  6. v bangkrut (tentang toko, kongsi, dan sebagainya)
  7. v kalah atau dirampas musuh (kota, benteng, dan sebagainya) 
  8.  v tidak lulus (dalam ujian); gagal (dalam usaha); sangat menderita (rugi, sengsara, dan sebagainya)
  9. v tidak tahan lagi (oleh godaan, penderitaan, cobaan, dan sebagainya)
  10. v menjadi (sakit, miskin, cinta, dan sebagainya): -- miskin
sumber: kbbi online

2017/11/18

EPISODE HIDUP SI KATAK - SI TIPE YANG PEMIKIR

Well, selalu memikirkan apa yang akan dilakukan kadang menyenangkan dan kadang kebalikannya, super menyebalkan. Gak pernah sedetik pun gue berpikir menjadi seseorang yang lets say disebut 'pemikir' adalah menyenangkan, karena dibanding menyenangkannya gue lebih merasa lelah dengan otak gue yang kadang (sangat sering sepertinya) gak sinkron dengan hati gue. Walaupun bukan terlalu buruk karena setiap hal mungkin lebih baik ketika gue rencanakan dengan mempertimbangkan baik atau buruknya which is di setiap pengambilan keputusan, gue akan tau pasti hal baik yang akan gue dapet dan hal buruk yang akan gue dapet juga. Tentu yang baik memang jadi tujuan di setiap rencana tetapi yang buruk adalah resiko yang pasti ada (mengiringi) di setiap mengambil keputusan. Entah orang disekitar gue paham dengan cara gue atau memang gue yang sulit dimengerti, atau mungkin biarlah mereka mengerti sejauh mereka mau mengerti.

Menurut gue pribadi, si tipe pemikir ini mungkin terlalu banyak punya impian yang besar dalam waktu singkat bahkan dia akan bermimpi jauh ke depan melampaui yang lainnya, tapi lagi-lagi itu semua hanya ada dalam pikirannya. Caranya? Ya, (lagi-lagi) harus kembali dipikirkan. Keputusan tentang cara untuk mewujudkan mimpinya merupakan keputusan final yang dengan segala kemungkinan, entah itu baik atau buruknya sudah dipertimbangkan sebelumya. Ketika proses berpikir akan muncul beberapa hipotesis yang mendukung atau menolak si pemikir ini mengambil keputusan. Rasanya ribet? Ya, kenyataannya memang ribet. Mungkin orang-orang disekitar lo akan se-kesel itu melihat lo terlalu "ribet" ketika hanya tentang mengambil sebuah keputusan.